Upacara Bendera Hari Senin
SMPN 55 Surabaya rutin laksanakan upacara bendera hari senin dan hari besar nasional. Seluruh warga sekolah (Siswa, guru, karyawan, dan kepala sekolah) wajib mengikuti, tanpa terkecuali.
Upacara bendera merupakan bagian proses pembelajaran khususnya dalam membangun nasionalisme siswa. Nilai-nilai Nasionalisme bisa diintegrasikan dengan pembiasan seperti halnya upacara bendera.
Selain untuk membangun jiwa Nasionalisme, pembiasan upacara bendera juga bagian integrasi dari pelaksana Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka.
Kali ini Yang berperan sebagai pembina upacara adalah Anjar Munawaroh, S.Pd.I, M.Pd., guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Pada saat amanat pembina upacara, Senin, 6 Mei 2024, Anjar menyampaikan tentang beberapa hal; pertama adalah pentingnya disiplin dan mematuhi aturan sekolah dengan hati gembira.
Dua hal tersebut selalu diikrarkan setiap hari senin oleh seluruh siswa. "salah satu poin yang selalu kalian ucapkan dalam janji siswa adalah mematuhi peraturan sekolah." Paparnya perempuan yang biasa dipanggil Bu Anjar.
"yang tidak pakai atribut lengkap itu juga bagian dari ingkar janji. Kalian sudah berjanji untuk mematuhi aturan sekolah" sambungnya.
Alumni Uin Sunan Ampel Surabaya juga mengatakan bahwa aturan itu dibuat untuk ditaati, dan janji itu harus ditepati, bukan untuk diingkari.
Kedua, yang menjadi amanat di hadapan ratusan Siswa, tentang pentingnya menjaga hati. Di dalam diri manusia ada segumpal daging, jangan sampai dikotori. Karena, hati yang kotor akan berdampak terhadap pribadi kita.
Dia menyitir salah satu kutipan dalam sebuah film "apa pun kondisinya jangan sampai mengotori hati nurani" cerita perempuan ibu dari dua anak.
Hati yang kotor akan menutup pintu ilmu pengetahuan, apa yang kalian pelajari di sekolah akan sulit masuk dalam diri
"sekolah kita punya budaya, kebiasaan, jika menemukan barang sekecil apa pun yang bukan miliknya, diumumkan kepada seluruh warga sekolah." tegasnya.
Dengan mengembalikan atau tidak mengambil barang yang bukan miliknya sebuah karakter yang harus tertanam dalam diri kita. Hal tersebut juga menjadi wujud dari profil pelajar Pancasila.
Menurut Anjar, hal paling penting dalam profil pelajar Pancasila yaitu, bagian pertama. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak Mulia.
"Mengembalikan yang bukan haknya adalah ciri dari pribadi berakhlak mulia." tutup Anjar
Seluruh peserta upacara menyimak dengan khidmat amanat dari pembina upacara. Dan petugas upacara telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
Terlihat siswa berdiri dengan tegak dan rapi. Tidak ada satupun yang berbicara sendiri, atau pun bergurau.
Begitu juga mereka para petugas upacara telah penampilan yang terbaik, tanpa ada satu pun yang salah. Walau pun masih kelas 7, tetapi telah mengambang tugasnya dengan penuh tanggung jawab.
Ucapan terimakasih juga sempat disampaikan Anjar di awal, "saya ucapkan terimakasih kepada kelas 7C telah berlatih dan bertugas dengan baik, saya harap selanjutnya lebih baik lagi." ucapnya.
Sebelum meninggalkan lapangan upacara, terlihat, anjar menyalami pemimpin upacara hari itu. Hal tersebut dinilai sebagai bentuk penghargaan atas upaya petugas upacara dalam melaksanakan upacara.