Rabu 26 Agustus 2026
IMG-LOGO

Guru SMPN 55 Surabaya Hadiri Pelatihan Penguatan Kegiatan Guru dalam Merancang dan Mengembangkan Pembelajaran Perspektif Anti Kekerasan

IMG
Untung, S. Pd.
09 Aug 2024 - 08:01 WIB - 401 Views - 1 min 49 sec read
IMG



Surabaya, 8 Agustus 2024 – Bertempat di Ruang Ki Hajar Dewantara Dinas Pendidikan Kota Surabaya, telah dilaksanakan pelatihan yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan guru dalam merancang dan mengembangkan pembelajaran dengan perspektif anti kekerasan, khususnya bagi guru Pendidikan Pancasila di Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Kota Surabaya.

 

Pelatihan ini dibuka oleh Bu Oxy, seorang dosen dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang mengangkat topik penting tentang "Interaksi Antikekerasan Menuju Sekolah Aman dan Nyaman." Bu Oxy menyampaikan bahwa sekolah yang aman adalah sekolah yang bebas dari perundungan, memberikan kebebasan berekspresi, menjalin hubungan sosial yang harmonis antarwarga sekolah, menawarkan cara belajar yang menyenangkan, serta menerapkan pendidikan karakter secara konsisten.

 

Dalam pemaparannya, Bu Oxy juga menyoroti pentingnya kesadaran terhadap kekerasan simbolik yang sering kali terjadi secara laten, tidak disadari oleh pelaku maupun korbannya. "Contohnya, ketika kita menuntut peserta didik untuk menguasai berbagai macam ilmu pengetahuan tanpa memperhatikan batasan individu, ini juga merupakan bentuk kekerasan simbolik," jelasnya. Ia menambahkan, bahwa contoh yang kita berikan meskipun berniat baik, belum tentu diterima dengan baik oleh setiap individu, dan bisa jadi menyakiti perasaan seseorang yang merasa terluka atau tersinggung oleh perkataan kita.

 

Dalam pelatihan ini, SMPN 55 Surabaya turut serta diwakili oleh Alfan Imam Maruf, S.Pd., guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk diikuti oleh seluruh tenaga pendidik agar mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan mendukung proses pembelajaran yang lebih baik.

 

"Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang pentingnya memahami berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan simbolik, yang sering kali tidak kita sadari. Dengan demikian, kami dapat menciptakan lingkungan yang lebih positif dan mendukung bagi seluruh siswa," ujar Alfan Imam Maruf.

 

Sementara itu,  Kepala SMPN 55 Surabaya, Nur Diana Dewi, S.Pd. menyatakan bahwa pelatihan ini menjadi langkah awal yang baik dalam upaya menciptakan sekolah yang benar-benar aman dan nyaman bagi semua warga sekolah. "Kami berkomitmen untuk menerapkan pembelajaran dengan perspektif anti kekerasan sebagai bagian dari upaya kami dalam menciptakan sekolah yang lebih baik dan lebih inklusif," tambahnya.

 

Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para guru di Kota Surabaya untuk terus berinovasi dan berkomitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh dengan nilai-nilai positif.